Suasana halaman PKBM Azka Bamega di Desa Selaru, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru, tampak berbeda pada Minggu sore (30/8/2026). Tawa dan sorak siswa-siswi terdengar di sela-sela perlombaan sederhana yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di penghujung rangkaian perayaan kemerdekaan, lembaga pendidikan kesetaraan yang menaungi Program Paket A, Paket B, dan Paket C tersebut mengajak puluhan siswa untuk keluar sejenak dari suasana belajar di ruang kelas. Halaman sekolah disulap menjadi arena perlombaan yang penuh keceriaan.
Para siswa mengikuti berbagai permainan khas Agustusan, mulai dari lomba kelereng putra dan putri, memasukkan sedotan ke dalam botol, memancing menggunakan pulpen untuk dimasukkan ke botol, hingga lomba makan kerupuk.
Meski perlombaan terlihat sederhana, suasana kompetisi berlangsung meriah. Para peserta berusaha menjadi yang terbaik, sementara teman-teman dan tutor atau pengajar memberikan dukungan dari pinggir arena.
Bagi keluarga besar PKBM Azka Bamega, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan untuk mengisi momentum kemerdekaan. Di balik tawa dan kegembiraan, terselip pesan tentang pentingnya kebersamaan, kekompakan, sportivitas dan semangat pantang menyerah.
Kepala PKBM Azka Bamega, Lina, S.Pd, mengatakan kegiatan lomba digelar masih dalam suasana peringatan HUT Kemerdekaan RI. Selain memberikan hiburan kepada siswa, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara tutor dan peserta didik.
“Masih dalam suasana HUT RI, kami mengadakan lomba dengan tujuan mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antar guru dan siswa-siswi,” ujar Lina.
Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan berbagai kegiatan seremonial. Semangat para pejuang juga dapat diteruskan melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, termasuk membangun kerja sama dan menjaga kebersamaan di lingkungan pendidikan.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat agar semangat perjuangan terus dikobarkan.
“Melalui lomba ini, mari kita kobarkan semangat para pejuang. Semangat pantang menyerah, semangat kerja sama, dan semangat mengisi kemerdekaan dengan hal positif,” pesannya.
Di hadapan warga PKBM Azka Bamega, Lina juga mengingatkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses belajar. Menurutnya, belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas dengan buku dan materi pelajaran.
“Hari ini kita berkumpul bukan untuk belajar di kelas saja. Kita belajar lewat tawa, lewat lomba, lewat kerja sama tim,” katanya.
Ia menegaskan, menang dan kalah dalam perlombaan bukanlah tujuan utama. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh peserta mampu menikmati kegiatan, saling memberikan dukungan dan menjaga hubungan baik sebagai keluarga besar PKBM Azka Bamega.
“Menang kalah itu biasa. Yang luar biasa adalah ketika kita bisa tertawa bersama, mendukung satu sama lain, dan mempererat tali silaturahmi keluarga besar AZKA Bamega,” tuturnya.
Kegiatan serupa, lanjut Lina, rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk berinteraksi secara lebih dekat dengan tutor dan sesama peserta didik.
Kemeriahan lomba kemudian ditutup dengan pembagian hadiah. Para pemenang mendapatkan berbagai suvenir yang telah disiapkan pihak sekolah. Namun, peserta yang belum berhasil menjadi juara juga tidak pulang dengan tangan kosong karena sekolah menyediakan hadiah hiburan.
Keceriaan semakin terasa ketika seluruh peserta, tutor dan keluarga besar PKBM Azka Bamega mengabadikan momen melalui foto bersama.
Dari halaman sederhana PKBM Azka Bamega, semangat kemerdekaan kembali menemukan maknanya: bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang bagaimana kebersamaan, sportivitas, kerja sama dan semangat pantang menyerah terus tumbuh di tengah generasi penerus bangsa. (Gusti Mahmuddin Noor)

