Jalur Ekstrem Pendakian Gunung Haur Bunak

Pendakian Gunung Haur Bunak (1.141 Mdpl) pada 14 –16 Mei 2026 menjadi pengalaman penuh haru bagi lima pendaki asal Kalimantan Selatan. Perjalanan yang awalnya terasa ringan berubah menjadi ujian fisik dan mental yang tak terlupakan.

Rombongan yang terdiri dari Muhammad Hadavi, Diany, Gunawan, Maulana, dan Willy ini berasal dari Tanah Bumbu, Banjarmasin, Kotabaru, dan Tanah Laut, dengan titik awal pendakian di Desa Pa’au, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar di kawasan Pegunungan Meratus. Untuk mencapai desa tersebut, para pendaki harus menyeberang menggunakan perahu kelotok dari kawasan Aranio menuju Desa Pa’au.

‎Gunung Haur Bunak dikenal memiliki dua jalur pendakian, yakni via Penyaluhan yang menantang dan via Plajau yang relatif lebih bersahabat. Dari titik Batu Balian, jarak menuju puncak sekitar 7,6 kilometer dengan estimasi waktu tempuh 3 hingga 4 jam, tergantung kondisi fisik pendaki.

‎Namun di lapangan, perjalanan tidak selalu berjalan sesuai rencana.

‎Salah satu pendaki, Muhammad Hadavi, yang baru pertama kali mendaki gunung, harus menempuh perjalanan sekitar 19 jam untuk naik dan turun. Rasa sakit di kaki sempat menjadi tantangan terberat, namun ia tetap bertahan berkat dukungan rekan-rekannya.

‎“Saya sedih dan bangga karena ini pertama kali saya naik gunung. Saya bisa melawan rasa sakit demi turun, apalagi dengan dukungan dari teman-teman,” ujarnya.

‎Pendaki lainnya, Diany asal Kotabaru, menggambarkan karakter jalur Gunung Haur Bunak yang tidak bisa dianggap ringan.

‎“Treknya seperti diberi manis di awal, tapi sisanya terasa berat dengan jalur yang licin dan berbatu,” katanya.

‎Sementara itu, Gunawan asal Tanah Bumbu yang telah dua kali mendaki gunung tersebut mengaku puas dengan hasil pendakian kali ini. Pada percobaan sebelumnya, ia tidak dapat menikmati pemandangan akibat kabut tebal.

‎“Pendakian kedua ini akhirnya terbayarkan. Cuaca sangat cerah dan pemandangan di puncak terlihat indah,” ungkapnya.

‎Gunung Haur Bunak memiliki jalur hutan tropis yang masih alami dengan beberapa titik persinggahan. Batu Balian menjadi lokasi favorit pendaki untuk berkemah karena area yang luas dan strategis, sementara Pos 2 juga kerap digunakan untuk beristirahat karena dekat dengan sumber air.

‎Pendakian ini tidak hanya tentang mencapai puncak, tetapi juga tentang kebersamaan dan ketahanan. Lima pendaki dari latar daerah berbeda itu pulang dengan pengalaman yang sama, bahwa setiap langkah di Gunung Haur Bunak menyimpan cerita, dan setiap perjuangan akan terbayar saat sampai di puncak. (Gunawan)

Lebih baru Lebih lama



HUT GUB KALSEL
Iklan

نموذج الاتصال