Transformasi sektor pertanian menuju era modern terus digaungkan di Kabupaten Kotabaru. Ketua Pemuda Tani Kabupaten Kotabaru, Suhermanto, menegaskan bahwa masa depan pertanian berada di tangan generasi muda yang mampu memadukan inovasi, teknologi, dan keberlanjutan dalam pengelolaan lahan.
Hal tersebut disampaikan Suhermanto dalam upayanya mendorong penerapan smart farming atau pertanian cerdas sebagai solusi menjawab tantangan zaman, mulai dari keterbatasan tenaga kerja, perubahan iklim, hingga tuntutan peningkatan produksi pangan yang efisien dan ramah lingkungan.
Menurutnya, pertanian saat ini tidak lagi identik dengan cara-cara konvensional semata. Pemanfaatan teknologi seperti drone pertanian, sistem pemantauan lahan berbasis digital, serta mekanisasi modern menjadi langkah penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional petani.
“Pertanian masa depan harus dikelola dengan pendekatan teknologi. Generasi muda tidak boleh hanya jadi penonton, tapi harus menjadi pelaku utama dalam membangun sistem pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan,” ujar Suhermanto pada awak media melalui via WhatsApp.
Ia menilai, kehadiran teknologi seperti drone penyemprot pupuk dan pestisida mampu mempercepat pekerjaan petani, menjangkau area luas dengan lebih merata, serta mengurangi risiko paparan bahan kimia secara langsung. Selain itu, penggunaan teknologi juga membuka peluang usaha baru di sektor jasa pertanian modern.
Suhermanto juga menekankan pentingnya membangun pola pikir baru di kalangan pemuda desa, bahwa sektor pertanian memiliki prospek cerah jika dikelola secara profesional dan berbasis teknologi.
“Anak muda harus melihat pertanian sebagai sektor masa depan yang menjanjikan, bukan pekerjaan yang tertinggal. Dengan smart farming, pertanian bisa menjadi modern, efisien, dan bernilai ekonomi tinggi,” tegasnya.
Melalui organisasi Pemuda Tani, pihaknya terus mendorong pelatihan, pendampingan, dan penguatan kapasitas generasi muda agar mampu menguasai teknologi pertanian. Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus menciptakan petani milenial yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Suhermanto optimistis Kotabaru dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan pertanian modern berbasis teknologi di Kalimantan Selatan.
“Smart farming bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan untuk memastikan pertanian tetap hidup dan berkembang bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (Gusti Mahmuddin Noor)

