IMG-20240209-WA0003

Gubernur Kalsel Layak Diusulkan Terima Kalpataru

Tenaga Ahli Bidang Pemulihan Lingkungan pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Karliansyah, mengatakan Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor layak diusulkan mendapat penghargaan Kalpataru kategori pembina.

Menurut dia, hal ini seiring membaiknya pemulihan lingkungan hidup lewat penanaman pohon yang sangat gencar di Kalimantan Selatan. Karliansyah sempat melihat data progres penghijauan di Kalsel. 

"Saya lihat kawasan hutan di Kalsel itu relatif meningkat setiap tahun, saya sampaikan rehab DAS yang paling bagus di Kalsel. Ada Pergub yang mengharuskan penambang-penambang melakukan rehab DAS, impact-nya bagus sekali," kata Karliansyah saat penanaman serentak 3.000 pohon di Banjarbaru, Rabu (7/2/2024).

Penanaman pohon serentak ketiga secara nasional ini dilaksanakan di lahan milik Kelompok Perhutanan Sosial Masyarakat Peduli Gambut (KPH MPG) Suka Maju di Jalan Sukamaju Ujung, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.

Ia mengapresiasi komitmen Dinas Kehutanan Kalsel yang konsisten menanam setiap Selasa, Rabu, dan Jumat. Melalui penghargaan Kalpataru, Karliansyah ingin khalayak luas mengetahui capaian pemulihan lingkungan hidup di Kalsel. 

"Caranya bagaimana? Kami ada beberapa bentuk, salah satunya Kalpataru. Itu penghargaan tertinggi untuk lingkungan hidup, siapa itu? Pak Gubernur sebagai pembina. Kami ada beberapa kategori," lanjut Karliansyah.

Ia yakin penerimaan Kalpataru ini memacu kepala-kepala daerah lain mencontoh Kalimantan Selatan. "Kalsel bisa, masa provinsi lain tidak bisa. Jadikan ini sebagai percontohan," harap Karliansyah.

Karliansyah mendorong setiap warga negara ikut menanam 25 pohon selama hidupnya untuk penghijauan. 

Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, Fatimatuzzahra, berkata penanaman serentak ini selaras dengan program revolusi hijau yang digaungkan oleh Gubernur Sahbirin Noor. Menurut dia, semua pihak diminta menanam pohon hingga pelosok desa di Kalsel. 

Dishut Kalsel pun rutin menanam pohon setiap Selasa, Rabu, dan Jumat. "Semua desa yang potensial untuk ditanami. Hari ini kami menanam 3.000 pohon yang disesuaikan kondisi tanahnya, ada tanaman produktif seperti jeruk," kata Fatimatuzzahra.

Adapun Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, menambahkan ada 642 ribu hektare lahan kritis di Kalsel yang memicu rusaknya hutan dan mengganggu ekosistem lingkungan.  Kalsel memiliki kawasan hutan seluas 1,6 hektare.

"Tentu harus dijaga dari kerusakan lebih parah, kita terus tanam pohon agar anak cucu menikmati lingkungan yang sehat," tutup Roy. 
Lebih baru Lebih lama

Iklan

نموذج الاتصال