Festival Akrab 2026 Perkuat Ekonomi Kreatif di Kotabaru


Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) berbasis potensi pesisir dan budaya lokal. Komitmen tersebut mengemuka saat Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, S.Sos., membuka Festival Akrab Kotabaru 2026 di Panggung Akrab Siring Laut, Jumat (23/10/2026) malam.

Mengusung tema “Ajang Kreativitas Bangsa, Menyisir Ekraf Pesisir Kalimantan Selatan”, festival tahun ketiga ini menjadi wadah bagi generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan karya, mengembangkan inovasi, sekaligus memperluas promosi produk unggulan daerah.

Dalam sambutan Bupati Kotabaru yang dibacakannya, Syairi menegaskan bahwa Kotabaru tidak hanya memiliki kekayaan sumber daya alam dan potensi kelautan, tetapi juga talenta serta kebudayaan yang dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah.

Menurutnya, bentang pesisir Kotabaru menyimpan peluang besar untuk dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi kreatif, mulai dari seni pertunjukan, fesyen, kerajinan, hingga produk berbasis potensi lokal.

Ia mencontohkan penampilan peragaan busana dalam pembukaan festival yang menunjukkan kemampuan anak muda Kotabaru menembus panggung nasional.

“Ini salah satu bentuk kreativitas anak muda Kabupaten Kotabaru yang sudah sampai di jenjang nasional. Mereka telah membawa nama Kabupaten Kotabaru ke level nasional,” ujarnya.

Syairi menekankan, kekayaan sumber daya alam dan hasil laut harus mampu diolah menjadi produk bernilai tambah. Untuk mewujudkannya, penguatan sumber daya manusia menjadi faktor utama, disertai dukungan nyata dari perangkat daerah terkait.

Ia berharap program pelatihan ekonomi kreatif tidak berhenti pada pembelajaran di ruang kelas. Para peserta juga perlu mendapatkan dukungan peralatan agar dapat langsung mengembangkan usaha sesuai bidang keterampilan masing-masing.

“Setelah mengikuti pelatihan, mereka diharapkan bisa langsung menjalankan kegiatan ekonomi kreatif sesuai bidang yang ditekuni,” pesannya.

Selain mendorong kreativitas dan produktivitas, festival ini juga menjadi momentum memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah. Syairi mengapresiasi para tamu undangan yang mengenakan Sasirangan Saijaan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian warisan budaya Kalimantan Selatan.

Ia bahkan berharap pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Kotabaru mendatang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, beserta pasangan masing-masing dapat tampil dalam peragaan busana dengan mengenakan Sasirangan Saijaan.

Menurutnya, kebanggaan terhadap budaya lokal perlu diwujudkan melalui keterlibatan bersama, sekaligus menjadikan warisan daerah semakin dikenal masyarakat luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kotabaru, Ir. Kamiruddin, M.Si., menjelaskan bahwa Festival Akrab dirancang sebagai ruang bagi masyarakat untuk berekspresi, berkompetisi, belajar, dan mengembangkan kemampuan di berbagai subsektor ekonomi kreatif.

Salah satu hal istimewa pada pelaksanaan tahun ini adalah keterlibatan kelompok masyarakat yang lebih inklusif, termasuk anak-anak penyandang disabilitas dan warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas).

“Kita ingin menegaskan bahwa kreativitas adalah milik semua orang. Anak-anak penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk menunjukkan bakatnya, begitu juga warga binaan yang tetap memiliki kesempatan mengembangkan keterampilan,” jelas Kamiruddin.

Ia menambahkan, karya warga binaan yang ditampilkan dalam festival tersebut direncanakan untuk dilelang sebagai bagian dari kegiatan.

Keterlibatan berbagai kelompok masyarakat ini menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya berorientasi pada nilai ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan bagi setiap orang untuk berkarya, meningkatkan keterampilan, dan memperoleh pengakuan atas potensinya.

Usai pembukaan, Wakil Bupati bersama para tamu undangan meninjau sejumlah stan Festival Akrab 2026 yang menampilkan beragam produk dan karya kreatif.

Festival tahun ini juga memperkuat kolaborasi antardaerah dengan melibatkan tiga kabupaten di Kalimantan Selatan, yakni Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPW Gekrafs Kalimantan Selatan H. Andi Fitri, S.E., M.M., unsur Forkopimda, jajaran asisten dan staf ahli, tenaga ahli Bupati, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), kepala perangkat daerah, Kepala Bank Kalsel, komunitas ekonomi kreatif, serta pelaku UMKM.

Melalui Festival Akrab, Pemerintah Kabupaten Kotabaru berharap potensi lokal tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga berkembang menjadi produk kreatif yang berdaya saing, membuka peluang usaha, dan memperluas pasar hingga tingkat regional maupun nasional. (Gusti Mahmuddin Noor)
Lebih baru Lebih lama


Iklan

نموذج الاتصال