Ribuan jemaah memadati Laladang Musafir, Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, untuk mengikuti peringatan Haul ke-23 Syekh H. Muhammad Dachlan bin Achmad Dachlan atau yang akrab disapa Guru Cantung, Senin malam (7/9/2026).
Suasana khidmat dan penuh nuansa religius terasa sepanjang rangkaian kegiatan. Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, turut hadir bersama para habaib, alim ulama, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Syairi Mukhlis mengatakan, peringatan haul bukan sekadar mengenang wafatnya seorang ulama, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan yang diwariskan Guru Cantung.
Menurutnya, ilmu, akhlak, dan perjuangan Guru Cantung semasa hidup patut terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus, khususnya dalam memperkuat kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.
“Melalui momentum haul ini, mari kita jadikan keteladanan Guru Cantung sebagai pedoman dalam memperkuat tali silaturahmi, menjaga persatuan, serta meningkatkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Kabupaten Kotabaru,” ujar Syairi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Magrib berjamaah. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Habsyi yang dibawakan Imam Musala Raudhah Sekumpul, Guru Sa’dudin.
Jemaah selanjutnya mengikuti zikir nasyid dan doa bersama sebelum rangkaian kegiatan ditutup dengan salat Isya berjamaah.
Tidak hanya kekhidmatan acara yang menjadi perhatian. Semangat gotong royong masyarakat dan para relawan juga terlihat kuat dalam menyambut kedatangan jemaah.
Sepanjang jalur menuju lokasi haul, sejumlah rest area disiapkan untuk memberikan tempat beristirahat bagi para jemaah. Masyarakat dan relawan juga menyediakan konsumsi secara gratis sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan kepada tamu yang datang menghadiri haul.
Antusiasme tersebut menunjukkan kuatnya tradisi kebersamaan masyarakat dalam menyambut kegiatan keagamaan berskala besar.
Kehadiran para habaib, alim ulama, tokoh agama, serta ribuan jemaah dari berbagai penjuru Kalimantan Selatan semakin menambah kekhidmatan peringatan Haul Guru Cantung.
Melalui momentum tersebut, masyarakat tidak hanya mengenang sosok Guru Cantung sebagai ulama panutan di Bumi Sa-Ijaan, tetapi juga berupaya meneruskan nilai-nilai keilmuan, akhlak, persaudaraan, dan perjuangan yang telah diwariskannya.
Peringatan haul pun menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat Kabupaten Kotabaru. (Gusti Mahmuddin Noor)

