Pesta Media AJI: Jurnalis Didorong Aktif Mendokumentasi Konservasi Burung

Angga Yoga, Terrestrial Program Specialist Burung Indonesia, mengungkap ada beberapa tantangan konservasi burung di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Burung Indonesia adalah organisasi yang berfokus pada konservasi burung-burung endemik di Indonesia.

“Tantangan konservasi burung di Sangihe itu pembukaan lahan oleh masyarakat, tambang emas, degradasi lahan, dan perburuan,” kata Angga Yoga, saat mengisi rangkaian Pesta Media AJI Jakarta pada workshop Keanekaragaman Hayati bagi Media: Kelas Konservasi untuk Jurnalis dan Promosi Praktik Baik Konservasi Berbasis Masyarakat, pada Minggu (12/4/2026).

Menurut dia, masyarakat lokal Sangihe sejatinya tidak mengenal budaya memelihara burung. Namun begitu orang-orang luar daerah menetap di Sangihe, ada pergeseran kebiasaan masyarakat untuk berburu burung.

Angga berkata, di Sangihe, Gunung Sahendaruman sebagai hutan lindung dan habitat penting burung endemik yang menjaga keanekaragaman hayati. Gunung ini wilayah tangkapan air bagi lebih dari 70 sungai, penyedia air bersih, produksi pertanian, dan mengendalikan resiko bencana alam bagi kehidupan sekitar 64 ribu jiwa.

Selain itu, Gunung Sahendaruman berfungsi sumber pangan, sandang, papan, obat-obatan, menjaga siklus tata air, kesuburan tanah, pengendali iklim mikro, habitat satwa liar, jasa ekowisata, serta fungsi sosial budaya masyarakat.

Menurut dia, upaya konservasi tanpa melibatkan masyarakat adalah kesalahan besar. Burung Indonesia tidak meninggalkan peran masyarakat lokal dalam konservasi. Untuk itu, Burung Indonesia mengambil langkah pendekatan berbasis hak, yakni hutan dikelola lintas generasi, bagian dari identitas, pengakuan atas eksistensi, dan otoritas kehutana di tapak.

“Seringkali berada di luar hutan lindung negara dan lebih terjaga kondisinya, dibanding hutan lindung negara itu sendiri. Mereka punya system perlindungan sendiri masyarakat Sangihe,” tutur Angga Yoga. 

Jurnalis dan praktisi mobile journalism (MoJo)Andi Muhyiddin, mendorong para jurnalis untuk aktif mendokumentasikan kerusakan ekosistem burung lewat teknologi telepon pintar. Sebab, kata Andi, jurnalis bukan pengamat, melainkan saksi perubahan. 

“Dengan teknologi sekarang, sangat mungkin menjadi bagian dari perubahan itu. Banyak spesies hilang tanpa pernah terdokumentasikan dengan baik,” kata Andi Muhyiddin.

Ia memaparkan peran MoJo dalam konservasi. Menurut dia, telepon pintar sebagai alat konservasi berfungsi mendokumentasikan visual menjadi bukti nyata yang dapat menggerakkan perubahan. Selain itu, MoJo berfungsi advokasi berbasis visual karena konten visual menciptakan tekanan publik untuk aksi konservasi nyata.

Namun, Andi mengingatkan pendokumentasian konservasi burung tanpa mengganggu habitat burung. Oleh karena itu, perlu alat kerja yang mumpuni untuk pendokumentasian burung.

Pesta Media AJI Jakarta sebagai tempat kolaborasi antara jurnalis, pegiat lingkungan, akademisi, komunitas, dan masyarakat umum untuk mendiskusikan berbagai isu penting yang sedang dihadapi Indonesia. Mengusung tema Facing for Future, Collaboration for Our Nature, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta melaksanakan Pesta Media 2026 setelah hiatus 14 tahun alias vakum tidak menggelar Pesta Media sejak 2013.

Banjarhits.co menghadiri Pesta Media AJI Jakarta 2026 atas undangan Australia Broadcasting Corporation (ABC) International Development. Kegiatan dipusatkan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Sabtu-Minggu, 11-12 April 2026. Pesta Media AJI Jakarta diisi workshop, pameran foto, pentas musik, booth media dan organisasi masyarakat sipil, serta diskusi bertema lingkungan hidup.

Acara Pesta Media disponsori oleh ABC Australia, ABC International Development, IESR, KINETIK, Konservasi Indonesia, ICEL, YIARI, GEOPIX, Aliansi Zero Waste, Diet Plastik Indonesia, Satya Bumi, Kehati, Greenpeace, PUSAKA, AEER, Burung Indonesia, Plan Indonesia, ASEAN Center For Biodiversity.

Media Partner: Kompas.id, Tempo, Inews, Narasi, BBC News Indonesia, Publika Lab, Pandangan Jogja, Koreksi.org, SinPo TV, Independent.id, Tirto.id, Katadata.co.id, Bisnis Indonesia, Suara.com, Deduktif.id, Progresip, Betahita, Ekuatorial, Jaring, Prohealth.id, Konde.co, Magdalene, Project Multatuli, Suar.id, Daai TV, dan Greeners.co.

Simak juga kesaksian Mama Papua Mempertahankan Hutan Adat Papua di Pesta Meda AJI Jakarta 2026: https://www.youtube.com/watch?v=qx9GnvQmR08

Lebih baru Lebih lama



HUT GUB KALSEL
Iklan

نموذج الاتصال