Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Sumber Daya Manusia dan Investasi di Sektor Unggulan Perekonomian dengan Dukungan Infrastruktur yang Berkualitas" pada Selasa (7/4/2026) di Banjarbaru.
Acara Musrenbang dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin. Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., turut hadir secara virtual mewakili Menteri Dalam Negeri untuk memberikan arahan strategis kepada seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan menyampaikan capaian kinerja pembangunan tahun 2025 yang dinilai sangat positif. Ia mengungkapkan bahwa capaian tersebut berhasil melampaui target nasional dan menjadi fondasi kuat bagi kelanjutan pembangunan di Kalimantan Selatan.
Gubernur juga menegaskan bahwa arah pembangunan ke depan akan terus diselaraskan melalui sinkronisasi RKPD Tahun 2027 dengan agenda pembangunan nasional. Hal ini dilakukan agar seluruh program dan kebijakan yang dijalankan tetap terintegrasi, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pelaksanaan proyek-proyek strategis sebagai motor penggerak investasi dan penguatan infrastruktur makro. Proyek-proyek tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Melalui Musrenbang ini, kita berharap dapat membangun perencanaan yang benar-benar terarah, tepat sasaran, dan mampu memberikan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan,” ujar Gubernur.
Dalam sesi tersebut, Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, menyampaikan usulan terkait pelebaran jalan dari Marabahan menuju Gampa. Ia menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan wilayah tersebut hingga ke Kabupaten Tapin.
Menurutnya, kondisi jalan saat ini sudah tidak memadai karena sering dilalui kendaraan besar, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dapat memberikan dukungan untuk peningkatan kapasitas jalan tersebut.
Ia juga menyampaikan harapannya agar melalui Musrenbang Tahun 2026 ini, berbagai permasalahan yang dihadapi di Kabupaten Barito Kuala dapat diatasi dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi, khususnya melalui kebijakan dan program pembangunan yang tepat sasaran.

