Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) menggelar rapat persiapan penyelenggaraan UMKM Ramadhan Saijaan Fest (Pasar Wadai), Rabu (4/2/2026), di Kantor Kelurahan Kotabaru Tengah.
Rapat ini merupakan tindak lanjut rencana pelaksanaan Pasar Ramadhan sekaligus respons pemerintah daerah terhadap berbagai masukan serta keberatan dari sejumlah pedagang dan pemilik kios di sekitar lokasi awal yang direncanakan di Jalan Singabana (Bakti).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Diskoperindag Kotabaru, Camat Pulau Laut Sigam, Lurah Kotabaru Tengah, Kepala Desa Sebatung, serta puluhan pedagang yang akan terlibat dalam kegiatan tahunan tersebut.
Dalam pembahasan, pemerintah daerah menegaskan bahwa pelaksanaan Pasar Wadai Ramadhan tahun ini akan difokuskan di kawasan Siring Laut, tepatnya dari pelabuhan panjang hingga Kantor Pos Kotabaru. Area tersebut dinilai lebih representatif untuk menampung aktivitas pelaku UMKM sekaligus memudahkan pengaturan pengunjung.
Kepala Diskoperindag Kotabaru, Risa Ahyani, SE., M.Si, mengatakan pemerintah mengedepankan musyawarah dan pendekatan persuasif dalam menyikapi dinamika yang berkembang di masyarakat.
“Kami menerima berbagai aspirasi, termasuk adanya penolakan dari beberapa pihak terhadap rencana awal. Itu menjadi perhatian kami. Pemerintah berkewajiban mendengarkan masyarakat dan mencari solusi terbaik,” ujarnya.
Menurut Risa, kawasan Siring Laut dipandang strategis karena memiliki ruang terbuka yang lebih luas, akses masyarakat lebih mudah, serta mendukung penataan lalu lintas dan kebersihan selama kegiatan berlangsung.
Pasar Wadai merupakan agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat saat Ramadhan, khususnya untuk berburu takjil dan kuliner khas berbuka puasa. Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial warga Kotabaru.
Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah daerah menegaskan komitmennya agar pelaksanaan Pasar Wadai berjalan tertib, aman, dan tetap memperhatikan kenyamanan warga sekitar.
“Tujuan kita jelas, UMKM bergerak, masyarakat nyaman, dan kegiatan Ramadhan tetap menjadi momentum kebersamaan,” tegas Risa.
Hasil rapat ini akan menjadi dasar teknis pelaksanaan di lapangan, termasuk penataan lapak pedagang, pengaturan arus lalu lintas, serta pengelolaan kebersihan kawasan selama Pasar Wadai berlangsung.
Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, UMKM Ramadhan Saijaan Fest diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat suasana kebersamaan di bulan suci. (Gusti Mahmuddin Noor)

