Turnamen Saijaan Futsal Championship 2026 resmi berakhir pada Minggu (15/2/2026) malam. Laga grand final yang digelar di Lapangan Futsal Alwiesta berlangsung sengit dan penuh tensi tinggi, disaksikan ratusan pecinta futsal yang memadati arena pertandingan.
Kejuaraan yang digelar sejak 13 hingga 15 Februari 2026 tersebut diikuti 40 tim dari berbagai wilayah di Kotabaru dan sekitarnya. Selama tiga hari pelaksanaan, panitia mencatat sebanyak 39 pertandingan berlangsung mulai dari babak penyisihan hingga partai puncak.
Pada laga final, MKS Reborn yang tampil dengan jersey putih menunjukkan permainan solid, disiplin, dan konsisten sejak menit awal. Kerja sama tim yang rapi serta penyelesaian akhir yang efektif membawa MKS Reborn memastikan gelar Juara 1 setelah mengungguli Garuda Doz 23 yang mengenakan jersey biru dan harus puas di posisi Juara 2.
Sementara itu, posisi Juara 3 bersama diraih oleh Hura-Hura FC dan Andifa FC yang sama-sama tampil kompetitif sepanjang turnamen.
Tak hanya meraih trofi utama, MKS Reborn juga mendominasi penghargaan individu. Rahmat Wijaya dinobatkan sebagai Best Player berkat performa impresifnya di setiap laga. Yudisima berhasil menyabet gelar Top Score setelah menjadi pencetak gol terbanyak, sementara Aying terpilih sebagai Best Keeper berkat ketangguhannya menjaga gawang. Penghargaan Best Coach turut diberikan kepada pelatih MKS Reborn atas strategi matang dan kepemimpinan yang sukses mengantarkan timnya tampil konsisten hingga juara.
Panitia menyediakan total hadiah puluhan juta rupiah. Juara pertama menerima Rp6 juta, juara kedua Rp4 juta, sedangkan juara ketiga bersama masing-masing mendapatkan Rp2 juta. Untuk kategori individu, setiap pemenang memperoleh hadiah Rp500 ribu serta trofi penghargaan.
Dengan berakhirnya Saijaan Futsal Championship 2026, turnamen ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan dan pencarian bibit atlet futsal potensial di Kabupaten Kotabaru. Atmosfer sportivitas, solidaritas, dan semangat kompetitif yang tercipta selama turnamen menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan olahraga futsal di daerah. (Gusti Mahmuddin Noor)

