Paman-Hari Lahir-Banjarhits

618 Peserta Adu Mahir Lomba Balogo se-Kalsel di Marabahan


Kabupaten Barito Kuala (Batola) tahun 2024 ini kembali menggelar Lomba Balogo se-Kalsel, Sabtu (2701/2024). Kegiatan yang dilaksanakan di GOR Batola Setara, Jalan Tarutan, Marabahan ini merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan KORMI dan Disporbudpar Batola. 

Pembukaan lomba dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Jadi ke-64 Batola ini ditandai pemukulan logo pertama oleh Sekdakab Batola H Zulkipli Yadi Noor didampingi para anggota Forkopimda, Ketua Porgosi Kalsel, Kadis Porbudpar Batola Sabirin, Ketua KORMI Batola Akhmad Wahyuni, undangan dan para peserta lomba.

Lomba Balogo se-Kalsel yang diikuti 618 peserta yang terdiri dari 549 putera dan 69 puteri ini juga dirangkai penyerahan hadiah pemenang lomba enggerang, bakiak, tarik tambang, basumpit, dan ketapel. 

“Lomba balogo ini merupakan yang ketiga kalinya kita laksanakan. Lomba ini selain untuk memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-64 Batola juga dalam upaya menjalin silaturahmi para pelogo se-Kalsel guna terus melestarikan permainan masyarakat asli Kalsel,” kata Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kabid Kebudayaan Disporbudpar Batola, Aulia Rosyadi. 

Sebelumnya, Pj Bupati Batola Mujiyat, dalam sambutan disampaikan Sekdakab Batola H Zulkipli Yadi Noor, mengucapkan selamat datang kepada para seluruh peserta di Bumi Ije Jela Kabupaten Batola. 

Zulkipli juga mengucapkan terima kasih kepada Disporbudpar serta seluruh pengurus KORMI dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam rangka mensukseskan pelaksanaan kegiatan lomba yang merupakan salah satu olahraga rekreasi. 

“Saya tentu sangat menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas digelarnya kembali lomba balogo dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Barito Kuala dalam rangka memberikan hiburan kepada masyarakat,” katanya. 

Dikatakan, permainan balogo bagi masyarakat Kalsel tentu sudah tidak asing lagi. Semua mengenal permainan ini karena sejatinya sejak usia mulai usia sekolah sering kali dimainkan di waktu senggang. 

Saat ini, sebut Zulkipli, permainan balogo memang jarang terlihat di perkotaan yang mungkin akibat tergerus oleh permainan moderen. Permainan balogo hanya bisa dijumpai pada momen tertentu saja seperti kegiatan seni budaya yang di dalamnya dirangkai dengan memuat kegiatan olahraga tradisional. 

Sebagai bangsa yang kaya akan khazanah, menurut Zulkipli, sudah sepatutnya bangga karena dalam permainan balogo memiliki khazanah tersendiri serta tentunya bukan hanya permainan semata namun ada nilai-nilai kerjasama di dalamnya. 

Mengingat permainan balogo merupakan permainan yang memerlukan kekompakan dan kebersamaan yang memiliki nilai kearifan lokal khususnya bagi masyarakat Kalimantan. 

“Harapan saya kepada dinas terkait dan KORMI Barito Kuala agar ke depan beberapa permainan tradisional yang dilombakan dapat dilihat sebagai peluang pariwisata yang dapat dikembangkan lebih baik lagi,” harapnya. 

Dengan memperhatikan segala potensi yang dimiliki maupun prestasi yang diraih oleh para peserta nantinya, lanjut Zul, hendaknya semakin memotivasi semua untuk terus mengembangkan dan meningkatkan olahraga rekreasi ini.

Lebih baru Lebih lama

Paman-Birin-Idul-Fitri-Banjarhits
Acil-odah
Iklan

نموذج الاتصال