Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Selaru, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru, untuk kembali memperkuat keimanan, mempererat tali silaturahmi, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Desa Selaru di Aula Kantor Desa Selaru, Kamis (5/11/2026).
Sejak pagi, masyarakat tampak berbondong-bondong menghadiri kegiatan keagamaan tersebut. Puluhan warga bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat duduk bersila mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Selaru Junaidi, SH, beserta perangkat desa, Camat Pulau Laut Tengah Ibrahim, S.Sos. Kepala KUA, Babinsa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.
Hadir sebagai penceramah, Guru Muhammad Jainudin, pimpinan Majelis Ta'lim An Nur Kotabaru, yang menyampaikan tausiah dengan mengangkat tema "Rasulullah SAW dengan Uswatun Hasanah dalam Implementasi Berbangsa dan Bernegara".
Dalam sambutannya, Kepala Desa Selaru Junaidi mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan agenda tahunan pemerintah desa yang memiliki nilai penting bagi kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.
Menurutnya, meskipun pelaksanaan tahun ini tidak dapat dilaksanakan tepat pada bulan Maulid sebagaimana yang direncanakan sebelumnya karena adanya sejumlah kendala, hal tersebut tidak mengurangi makna dan esensi dari peringatan kelahiran Rasulullah SAW.
"Ini merupakan agenda tahunan yang harus kita laksanakan. Sebenarnya kegiatan ini ingin kita laksanakan pada bulan Maulid kemarin, tetapi karena ada beberapa hal, akhirnya baru dapat terlaksana pada hari ini. Mudah-mudahan hal tersebut tidak mengurangi makna sesungguhnya dari peringatan Maulid Nabi," ungkapnya.
Junaidi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan, baik dalam penyambutan maupun pelayanan kepada para tamu undangan.
Ia berharap melalui peringatan tersebut, masyarakat dapat mengambil hikmah dari perjalanan kehidupan Rasulullah SAW serta berusaha menerapkan ajaran dan warisan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita berharap dapat mendengarkan dan menerima ilmu agama yang disampaikan guru kita. Mudah-mudahan kita semua mampu meneladani apa yang telah diajarkan dan diwariskan Rasulullah SAW kepada seluruh umat Islam," harapnya.
Sementara itu, Camat Pulau Laut Tengah Ibrahim, S.Sos., dalam sambutannya mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai sarana memperkuat persatuan dan kesatuan serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ia menegaskan bahwa kerukunan, kebersamaan, dan semangat gotong royong merupakan modal utama dalam membangun desa dan daerah.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
Dengan terpeliharanya hubungan harmonis antarwarga, diharapkan Desa Selaru dan wilayah Kecamatan Pulau Laut Tengah secara umum dapat terus berkembang menjadi daerah yang aman, rukun, dan makmur.
Memasuki acara inti, Guru Muhammad Jainudin dalam tausiah agamanya mengingatkan pentingnya menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai suri teladan atau Uswatun Hasanah dalam berbagai aspek kehidupan.
Ia mengajak jamaah untuk tidak sekadar memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW melalui kegiatan seremonial, tetapi juga menjadikan momentum Maulid sebagai kesempatan memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.
Menurutnya, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah, menjalankan perintah Allah SWT, serta menjauhi segala perbuatan yang dilarang oleh agama.
Selain itu, menuntut ilmu agama menjadi hal penting agar setiap amalan dan ibadah yang dilakukan memiliki dasar pengetahuan yang benar sehingga tidak menjadi sia-sia.
Guru Muhammad Jainudin juga mengingatkan pentingnya memiliki sifat pemurah, senantiasa berbuat baik, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah SAW dan patut diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Selaru pun menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Kegiatan ini menjadi ruang mempererat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa keteladanan Rasulullah harus tercermin melalui sikap, perkataan, dan perbuatan. (Gusti Mahmuddin Noor)

