Haul ke-26 Raja-raja Pulau Laut, Tradisi Religi dan Warisan Budaya Menggema Lagi di Kotabaru

Tradisi religius yang sarat nilai sejarah dan budaya kembali menggema di Kabupaten Kotabaru melalui pelaksanaan Haulan ke-26 atau ke-129 Raja-Raja Pulau Laut. Kegiatan ini dirangkaikan dengan prosesi sakral penggantian kelambu makam serta penaburan bunga, yang digelar pada Jumat (17/4/2026) mulai pukul 08.00 WITA di Komplek Makam Raja-Raja Desa Sigam.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat SKPD, unsur Forkopimcam, Ketua Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut Sigam beserta jajaran, para zuriat kerajaan, tokoh adat, alim ulama, serta ratusan masyarakat dan tamu undangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan kalam ilahi, sambutan-sambutan, hingga puncak acara berupa prosesi penggantian kelambu makam dan penaburan bunga yang berlangsung khidmat. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama.

Ketua Umum Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut, Alhajj Gusti Pangeran Rendy Firmansyah dalam sambutannya yang diwakili Gusti Lestari menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan haul yang penuh makna tersebut. 

Ia menegaskan bahwa haul Raja-Raja Pulau Laut Sigam bukan sekadar mengenang wafatnya para raja, melainkan momentum untuk meneladani perjuangan, kebijaksanaan, serta nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pemimpin terdahulu.

“Para raja adalah sosok pemimpin yang tidak hanya memerintah dengan kekuasaan, tetapi juga dengan hati, keimanan, dan kecintaan kepada rakyatnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa berdasarkan catatan sejarah, masa pemerintahan Raja Pulau Laut dimulai dari Pangeran Djayasumitra hingga berakhir pada masa Pangeran Aminullah. Dengan demikian, peringatan haul ini menjadi penanda perjalanan panjang sejarah kerajaan yang telah berlangsung lebih dari satu abad.

Ia juga berharap kegiatan haul dan tradisi penggantian kelambu makam dapat terus dilestarikan serta dikembangkan sebagai ikon wisata religi di Kotabaru tanpa mengurangi kekhusyukan dan nilai adat yang terkandung di dalamnya.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi destinasi wisata religi bagi para peziarah, baik dari dalam maupun luar daerah, sekaligus memperkuat pelestarian adat dan sejarah Pulau Laut,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Gusti Mahmuddin Noor menegaskan bahwa kegiatan haul ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah dan para leluhur yang telah berjasa membangun peradaban di Pulau Laut.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotabaru, Ketua DPRD Kotabaru, pihak perusahaan seperti PT Indocement P12 Tarjun, PT Pelayaran Alwiesta Niaga Mandiri, para zuriat, serta seluruh donatur masyarakat Desa Sigam yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ucapan terima kasih khusus juga disampaikan kepada keluarga kunci makam Raja-Raja Pulau Laut Sigam almarhum Endang Suhendri yang selama ini menjadi donatur terbesar dan konsisten berperan aktif sejak tahun 2000 hingga sekarang.

Dengan penuh kekhidmatan, seluruh rangkaian acara berlangsung lancar, menghadirkan suasana religius yang kental sekaligus mempertegas identitas budaya dan sejarah masyarakat Kotabaru.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda di Pulau Laut Sigam dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia. (Gusti Mahmuddin Noor)
Lebih baru Lebih lama



HUT GUB KALSEL
Iklan

نموذج الاتصال