Di usianya yang masih sangat belia, Fauzan (11) harus menjalani kehidupan yang tak mudah. Sejak duduk di bangku kelas III sekolah dasar atau sekitar usia 7 tahun, bocah asal Desa Tanjung Nyiur, RT 08 Dusun IV, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, ini divonis menderita penyakit kusta.
Tak hanya bergelut dengan penyakit yang membutuhkan pengobatan jangka panjang, Fauzan juga harus menerima kenyataan pahit dalam keluarganya.
Ia kehilangan ibunya yang telah meninggal dunia, sementara sang ayah menikah kembali dan tak lagi merawatnya. Kini, Fauzan hidup bersama kakek dan neneknya yang serba keterbatasan.
Pengobatan kusta yang dijalani Fauzan melalui Puskesmas Marabatuan sejak tahun 2024 sempat terhenti. Hal ini terjadi saat ia sempat ikut ayahnya yang tinggal di Desa Lontar, Kecamatan Pulau Laut Barat.
Namun pada tahun 2025, Fauzan kembali dipulangkan ke rumah neneknya lantaran ibu tirinya tidak bersedia merawatnya.
Kondisi keluarga yang merawat Fauzan pun jauh dari kata ideal. Sang nenek mengalami gangguan penglihatan, sementara kakeknya yang juga memiliki keterbatasan penglihatan telah lama menderita kelumpuhan. Dengan kondisi tersebut, perjuangan merawat Fauzan sekaligus mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari menjadi beban yang sangat berat.
Melihat keprihatinan tersebut, Kapolsek Pulau Sembilan IPTU Agus Riyanto bersama sejumlah anggota Polsek dan didampingi petugas Puskesmas Marabatuan mendatangi kediaman Fauzan pada Senin (9/2/2026) sore. Kunjungan itu menjadi wujud nyata kepedulian aparat kepolisian terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan di wilayah binaannya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek menyerahkan bantuan berupa paket sembako untuk membantu meringankan beban hidup Fauzan dan kakek-neneknya.
“Bantuan ini kami harapkan dapat sedikit membantu kebutuhan sehari-hari nenek dalam merawat Fauzan,” ujar IPTU Agus Riyanto.
Bantuan tersebut disambut haru oleh nenek Fauzan. Ia mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus menyampaikan harapan agar ada perhatian dan bantuan lanjutan dari instansi terkait maupun pihak lain, khususnya untuk keberlanjutan pengobatan kusta yang diderita cucunya.
“Kami sangat berharap ada bantuan lagi, supaya pengobatan cucu saya bisa diteruskan sampai tuntas,” ucapnya.
Aksi kemanusiaan Polsek Pulau Sembilan ini diharapkan dapat mengetuk hati berbagai pihak untuk turut peduli terhadap nasib Fauzan dan penderita kusta lainnya. Mereka berhak mendapatkan akses kesehatan yang layak serta kesempatan untuk hidup lebih baik dan bermartabat. (Gusti Mahmuddin Noor)

