Lomba Bagasing (gasing budaya) menjadi salah satu atraksi unggulan yang menyedot perhatian masyarakat dalam rangkaian Festival Budaya Pesisir Kampung Nelayan di Desa Sarang Tiung, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru. Kegiatan ini digelar sejak 14 hingga puncak acara pada 21 Desember 2025, sebagai hiburan rakyat menjelang prosesi adat Massalama Ritasi’e, tradisi sakral masyarakat pesisir setempat.
Lomba Bagasing diikuti puluhan peserta yang terbagi dalam dua kategori, yakni dewasa dan anak-anak. Pada kategori dewasa, tercatat 25 klub dengan masing-masing klub beranggotakan enam orang dewasa, sementara kategori anak-anak diikuti oleh 9 klub. Tingginya partisipasi peserta semakin terasa karena pendaftaran lomba ini tidak dipungut biaya (gratis).
Adapun cabang yang diperlombakan adalah lempar jauh gasing budaya, yang menuntut kekuatan, ketepatan, serta penguasaan teknik tradisional dalam memainkan gasing khas masyarakat pesisir. Sorak sorai penonton mengiringi setiap lemparan, menambah semarak suasana festival.
Untuk kategori dewasa, panitia menyiapkan hadiah uang pembinaan dan piagam penghargaan dengan rincian :
Juara I: Rp2.000.000
Juara II: Rp1.500.000
Juara III: Rp1.000.000
Juara IV: Rp500.000
Sementara pada kategori anak-anak, hadiah yang disediakan yakni :
Juara I: Rp1.000.000
Juara II: Rp750.000
Juara III: Rp500.000
Juara IV: Rp350.000
Selain uang pembinaan, seluruh pemenang juga menerima piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan prestasi mereka dalam melestarikan permainan tradisional daerah.
Lomba Bagasing tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi budaya bagi generasi muda serta wujud nyata upaya menjaga warisan budaya pesisir agar tetap hidup dan dikenal luas. Antusiasme masyarakat yang memadati lokasi lomba menjadi bukti bahwa permainan tradisional masih memiliki tempat istimewa di tengah arus modernisasi.
Tak hanya Bagasing, rangkaian Festival Budaya Pesisir Kampung Nelayan Sarang Tiung juga dimeriahkan dengan lomba perahu hias, miniatur bagang lampion, serta sajian aneka kuliner khas pesisir yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis.
Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan, sehingga nilai-nilai budaya lokal, semangat kebersamaan, dan kearifan masyarakat pesisir Kampung Nelayan Sarang Tiung tetap terjaga serta diwariskan kepada generasi mendatang. (Gusti Mahmuddin Noor)

