Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tanah Bumbu memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PGRI sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 melalui upacara yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Tanah Bumbu, Senin (15/12/2025).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, yang bertindak sebagai pembina upacara. Dalam kesempatan itu, Bupati membacakan sambutan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa peringatan HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 menjadi momentum refleksi dan rasa syukur atas perjalanan panjang PGRI sejak didirikan di Solo pada 29 November 1945, seratus hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
PGRI lahir dari peleburan berbagai organisasi guru dengan tekad bersatu mencerdaskan kehidupan bangsa serta menjaga kedaulatan NKRI.
Pemerintah Republik Indonesia, lanjut sambutan tersebut, telah memberikan penghargaan atas perjuangan para guru dengan menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1994.
Memasuki usia delapan dekade, PGRI kembali meneguhkan semangat pengabdian dan keikhlasan para pendiri. Dunia pendidikan saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan baru, termasuk perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, serta tuntutan keterampilan abad ke-21.
Karena itu, para guru Indonesia diajak untuk terus berinovasi, belajar sepanjang hayat, memperkuat kolaborasi, serta mengembangkan pola pikir bertumbuh dalam menghadapi perubahan zaman.
Sebagai organisasi profesi pendidik, PGRI menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan, perlindungan, dan peningkatan kompetensi guru. PGRI juga berupaya menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inspiratif, dan relevan, serta menolak segala bentuk upaya yang dapat melemahkan dan memecah persatuan guru.
Dalam sambutan itu juga ditegaskan bahwa PGRI merupakan organisasi yang bersifat unitaristik, independen, dan non-partisan, serta berdiri di atas semua golongan. PGRI turut berperan aktif dalam lahirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagai pengakuan terhadap pentingnya profesi pendidik.
Selain itu, PGRI menyampaikan sejumlah harapan kepada pemerintah dan DPR, di antaranya agar RUU Sistem Pendidikan Nasional tidak menghapus tunjangan profesi guru dan dosen, percepatan sertifikasi guru, serta rekrutmen seluruh tenaga honorer melalui mekanisme ASN, baik PNS maupun PPPK, tanpa diskriminasi antara guru negeri dan swasta.
Menutup sambutan, Bupati Tanah Bumbu atas nama pemerintah daerah dan masyarakat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-80 PGRI dan Selamat Hari Guru Nasional Tahun 2025. Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan perjuangan tanpa lelah para guru. Semoga menjadi suluh penerang bagi bangsa, negara, dan kemanusiaan,” tutupnya. (Gunawan)

