IMG-20240209-WA0003

Panjang dan Sulitnya Proses Mencetak Uang Rupiah

Rombongan jurnalis ekonomi asal Banjarmasin di Perum Peruri, Senin (15/5/2023).

BANJARHITS.CO - Deru mesin pencetak uang lamat-lamat menembus sekat kaca sepanjang lorong lantai dua gedung utama Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri), Senin 15 Mei 2023. Di sepanjang lorong lantai dua, empat puluh wartawan ekonomi asal Banjarmasin dapat melihat kesibukan mencetak uang kertas Rupiah di lantai satu.

Selain kalangan jurnalis, 50 orang rombongan guru asal Sumatera Barat ikut serta melihat proses pembuatan lembaran uang Rupiah. Pegawai Peruri melarang peserta membawa alat perekam elektronik, dompet, dan uang Rupiah ke dalam gedung pencetakan uang kertas.

Di lobi lantai satu, peserta diperlihatkan contoh alat-alat tradisional pencetak uang, serta contoh uang kertas tempo dulu era 1980-an dan 1990-an. Semua aset ini dibingkai rapi dalam kotak kaca. Setelah melangkah ke lantai dua, baru lah kesibukan proses cetak uang nampak terlihat di lantai satu.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan membawa 40 jurnalis ekonomi asal Banjarmasin untuk menyaksikan langsung proses pencetakan uang kertas Rupiah di Perum Peruri, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Senin (15/5/2023).

Agenda ini dalam rangkaian capacity building jurnalis pada Sabtu - Selasa, 13 - 16 Mei 2023. Sebelum melihat proses pencetakan uang, peserta dijelasakan lebih dahulu soal uang Rupiah oleh Asisten Direktur Kelompok Data Sistem Informasi Edukasi Kerja Sama dan Penanggulangan Uang Palsu Bank Indonesia, Hilda Erika. 

Saat masuk gedung utama pencetakan uang, tim Perum Peruri mendampingi dan menjelaskan tahapan pencetakan uang Rupiah sebelum diedarkan oleh Bank Indonesia ke masyarakat. Di ruang pencetakan uang, pegawai Perum Peruri sibuk menuntaskan tugas masing-masing. Lembaran-lembaran besar uang Rupiah diteliti agar tidak ada kesalahan cetak, sebelum dipotong-potong jadi lembaran kecil sesuai nominalnya.

Panjang dan rumitnya pencetakan uang kertas untuk memastikan kualitas uang Rupiah sesuai standar dan tidak mudah dipalsukan. Sekalipun bekerja di pabrik pencetak uang, para pegawai Perum Peruri menerima gaji sesuai UMK Kabupaten Karawang. Mereka tidak bisa mengambil uang begitu saja.

Proses cetak uang baru tidak dilakukan setiap hari. Sebab, pencetakan uang disesuaikan perhitungan dari Bank Indonesia. Selain itu, pegawai Perum Peruri mesti perlu waktu 21 hari untuk memastikan pencetakan uang kertas telah sesuai standar, dan siap dikirim ke Bank Indonesia untuk diedarkan ke masyarakat.

Kepala SBU Uang Republik Indonesia, Fadel, menuturkan masyarakat bisa mengetahui dan memahami supaya lebih mencintai uang Rupiah dan selalu menjaganya agar tidak rusak. “Sudah menjadi tugas dan kewajiban kami mensosialisasikan ke masyarakat agar uang Rupiah bisa dijaga dengan baik,” ucap Fadel kepada awak media.

Melalui kunjungan jurnalis, Fadel, berharap masyarakat lebih mencintai Rupiah karena butuh proses panjang dan rumit untuk mencetak uang.

Hilda Erika menuturkan kehadiran jurnalis Kalsel nantinya dapat membagikan pengalaman kepada masyarakat luas melalui pemberitaan. “Agar semakin banyak orang yang tahu keberadaan uang itu sangat penting untuk dijaga,” tuturnya.

Bank Indonesia terus berupaya meningkatkan aspek keamanan dalam mencetak uang Rupiah agar meminimalisir terjadinya upaya pemalsuan uang rupiah. Salah satu cara lewat pembaharuan desain uang Rupiah yang lebih rumit lagi agar uang kertas tidak mudah ditiru dan dipalsukan.

Bidang Edukasi Bank Indonesia, Adila Luthfiana, mengatakan desain uang dibuat menarik supaya masyarakat tertarik untuk menyayangi uang dan menjaganya. Pihanya terus berupaya melakukan hal itu.

“Dengan begitu, masyarakat akan lebih menyayangi uang dan menyimpan dengan baik. Itu juga menjadi sikap kecintaan kita kepada NKRI melalui merawat mata uang kita sendiri,” terangnya.

Menurut Adila, setiap tahun, banyak uang kertas dimusnahkan karena kondisinya sudah tidak layak. Oleh karena itu, BI perlu menghitung lagi kebutuhan uang kartal yang beredar di masyarakat seiring banyaknya uang yang rusak. Ia mengajak masyarakat lebih peduli menjaga kelayakan uang Rupiah sebagai alat transaksi resmi di tengah masyarakat.

Sehari sebelum ke Perum Peruri, rombongan jurnalis menerima penyegaran pelatihan jurnalistik oleh Tempo Institute, serta paparan peran dan fungsi Bank Indonesia oleh Kepala BI Kalsel Wahyu Pratomo, di Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Jawa Barat. 

Wahyu Pratomo menuturkan peran dan fungsi Bank Indonesia makin dipertegas seiring pengesahan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Tugas dan wewenang BI dipertegas turut memelihara stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan menjaga independensi.

Selain itu, kata Wahyu, Kalimantan Selatan sudah saatnya mengembangkan industri ekonomi hijau seiring menipisnya hasil pertambangan batu bara. Pihaknya ingin meningkatkan energi hijau, pengembangan UMKM, wisata, dan sektor potensial lainnya. (Diananta)

Lebih baru Lebih lama

Iklan

نموذج الاتصال