Pemkab Kotabaru dan Sebuku Coal Bahas Solusi Krisis Air Bersih


Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus mencari langkah strategis untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bersih yang semakin dirasakan masyarakat di tengah kondisi kemarau.

Salah satu upaya tersebut dilakukan Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli, S.Sos., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kotabaru dengan mendatangi PT Sebuku Tanjung Coal (STC), Senin (5/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat PT STC itu membahas peluang sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan dalam mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat Kotabaru.

Bupati Muhammad Rusli menegaskan, pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan persoalan yang harus mendapat perhatian bersama.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri sehingga diperlukan kolaborasi dengan dunia usaha dan pihak terkait lainnya.

“Atas nama Pemerintah Daerah, saya mengucapkan banyak terima kasih. Kita harus sejalan dan bergandengan satu sama lain demi kepentingan bersama,” ujar Muhammad Rusli.

Ia mengatakan, kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga ketersediaan sumber air. Karena itu, pemerintah perlu memikirkan solusi yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mampu mengantisipasi kondisi kemarau berkepanjangan.

“Kita harus berpikir panjang karena kita belum tahu kapan berakhirnya kemarau. Sekarang kondisi cuaca sulit diprediksi,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Kotabaru turut membahas sejumlah alternatif sumber air yang berpotensi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Salah satunya adalah pemanfaatan sumber mata air yang kemudian dapat dialirkan melalui pembangunan atau pemasangan instalasi dengan panjang sekitar empat kilometer.

Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang pemanfaatan teknologi pengolahan air, termasuk kemungkinan mengolah air laut agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber air yang layak digunakan masyarakat.

Menurut Muhammad Rusli, aspek kualitas air menjadi perhatian penting. Air yang akan didistribusikan kepada masyarakat harus melalui proses pengolahan yang tepat sehingga memenuhi standar kelayakan.

Namun, pengembangan solusi tersebut membutuhkan dukungan investasi, teknologi, serta kolaborasi berbagai pihak.
“Air adalah kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru Eka Saprudin mengatakan, kondisi ketersediaan air saat ini menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.

Menurutnya, persoalan air merupakan kebutuhan mendasar masyarakat, terlebih kondisi kemarau diperkirakan masih berlangsung cukup panjang.

“Kita melihat kondisi air yang sudah semakin menipis. Yang saya tahu, salah satu masalah di Kotabaru adalah air, apalagi dengan situasi kemarau yang diperkirakan panjang,” ungkapnya.

Eka menjelaskan, kedatangan jajaran Pemkab Kotabaru ke PT STC merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah untuk mencari alternatif penyelesaian persoalan air bersih melalui kerja sama dengan pihak perusahaan.

Pemerintah daerah berharap pembahasan tersebut dapat menghasilkan langkah konkret yang bisa diterapkan untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau.

Pihak PT Sebuku Tanjung Coal menyambut baik kedatangan jajaran Pemerintah Kabupaten Kotabaru. Perusahaan menyatakan siap menampung berbagai masukan dan gagasan yang disampaikan pemerintah daerah terkait penanganan persoalan ketersediaan air bersih.

PT STC selanjutnya akan melakukan kajian internal untuk melihat berbagai alternatif yang memungkinkan dilakukan perusahaan dalam membantu mengatasi persoalan air bersih selama musim kemarau.

Hasil pembahasan dan tindak lanjut terkait rencana tersebut akan disampaikan lebih lanjut setelah melalui proses pembahasan dan kajian internal perusahaan.

Pertemuan antara Pemkab Kotabaru dan PT STC diharapkan menjadi langkah awal untuk melahirkan solusi konkret terhadap persoalan air bersih.

Di tengah kondisi kemarau dan sumber air yang semakin terbatas, kolaborasi pemerintah daerah dengan dunia usaha dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus menyiapkan strategi menghadapi potensi kemarau berkepanjangan. (Gusti Mahmuddin Noor)
Lebih baru Lebih lama


Iklan

نموذج الاتصال