IMG-20240209-WA0003

Pemkab Balangan Targetkan Pendapatan Rp 3 Triliun

Pemerintah Kabupaten Balangan menargetkan meraih pendapatan APBD tahun 2024 lebih dari Rp 3 triliun.

Pemkab Balangan berani pasang target ini karena Rancangan APBD tahun 2024 sudah di angka Rp 2,5 triliun ditambah lagi dengan adanya rencana dana transfer pada perubahan APBD 2024 sebanyak Rp 800 miliar sehingga APBD Balangan tahun 2024 mengalami peningkatan dari tahun 2023 sebesar Rp 2,6 triliun.

Bupati Balangan H Abdul Hadi dalam rapat paripurna mengatakan, Rancangan APBD 2024 sebesar Rp 2,5 triliun dengan rincian pendapatan Rp 2,4 triliun yang bersumber dari pendapatan transfer sebesar Rp 2,1 triliun, lain-lain pendapatan daerah Rp 157 miliar, serta sumber dari pendapatan asli daerah 3,5 persen atau sebesar Rp 84 miliar.

Kemudian, besaran untuk belanja Rp 2,3 triliun, surplus Rp 56 miliar, penerimaan pembiayaan Rp 93 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp 150 miliar.

Dengan demikian target pendapatan APBD tahun 2024 lebih dari Rp 3 triliun sangat memungkinkan.

Sebelumnya dalam rapat KUA PPAS Tahun Anggaran 2024, Pemkab Balangan dengan DPRD Balangan telah menyepakati  tujuh prioritas pembangunan daerah yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah serta mendukung rencana kerja pemerintah pusat maupun rencana kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2024.

“Rancangan APBD Tahun Anggaran 2024 yang kami sampaikan ini merupakan salah satu sarana untuk mewujudkan tema pembangunan tersebut, melaksanakan tujuh prioritas tersebut, serta menuntaskan visi dan misi pembangunan jangka menengah periode saat ini,” ujarnya.

Diketahui, pada KUA PPAS, Pemkab Balangan memfokuskan pembangunan pada pembangunan SDM, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi dengan menyederhanakan segala bentuk regulasi dengan pendekatan Omnibus Law.

Selain itu, penyederhanaan birokrasi dengan memprioritaskan investasi untuk penciptaan lapangan kerja, memangkas prosedur dan birokrasi yang panjang, dan menyederhanakan eselonisasi.

Serta, transformasi ekonomi, yaitu dengan melakukan transformasi ekonomi dari ketergantungan sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa, demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (Didi Juaidinoor)

Lebih baru Lebih lama

Iklan

نموذج الاتصال