IMG-20240209-WA0003

Penjualan Produk Turunan Cabai Hiyung Melonjak

Penjualan produk turunan cabai hiyung di rumah galeri bantuan BI Kalsel. Foto: diananta putra sumedi

Petani cabai hiyung merasakan dampak positif atas berdirinya rumah galeri cabai hiyung di jalan provinsi ruas Kota Rantau - Marabahan, Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin. Sebab, ada peningkatan penjualan produk turunan cabai hiyung lewat galeri karena lokasinya strategis. 

“Penjualan semakin meningkat, semakin bagus. Yang dulunya orang dari tidak tahu, bisa singgah. Kendalanya cuma lahan parkir,” ucap Ketua Kelompok Tani Karya Baru, Junaidi, kepada banjarhits.co, Minggu 7 Mei 2023.

Galeri bantuan Bank Indonesia Kalimantan Selatan itu menjual aneka produk turunan cabai hiyung, seperti abon cabai hiyung, sambal pedas hiyung, kecap pedas manis, dan uyah pencok cabai hiyung. Rumah galeri cabai hiyung berdiri pada kuartal keempat tahun 2022.

Sebelum ada galeri, menurut dia, penjualan produk kemasan cabai hiyung rata-rata 250 - 300 kemasan setiap bulan. Adapun setelah BI Kalsel mendirikan galeri, Junaidi menyebut penjualannya melompat sampai 500 kemasan per bulan. 

Junaidi pun berencana memperluas area parkir mobil agar konsumen leluasa menepikan kendaraan seiring makin tingginya kunjungan. Ia bersyukur membaiknya penjualan berdampak terhadap harga cabai hiyung yang relatif stabil. “Dampak ke petani harga cabai normal. Walaupun harga turun, tapi tetap standar Rp 40 ribu - 50 ribu per kilogram,” tuturnya.

Aneka produk turunan cabai hiyung digarap oleh Kelompok Wanita Tani, kecuali produk abon yang dikerjakan Kelompk Tani Karya Baru dan Karang Taruna Desa Hiyung. Ia mengkalkulasi keuntungan bersih petani cabai Hiyung sebesar Rp 100 juta untuk luas panen 1 hektare. "Rp 60 juta untung bersih dari lahan 0,7 hektare atau tiga per empat hektare."

Selain itu, kata Junaidi, produsen sambal dan saos kemasan ABC mulai melirik cabai kering hiyung untuk bahan campuran. Petani sudah dua kali menyetor cabai kering ke pabrik ABC. Maklum, mengacu indikasi geografis area tanam, cabai rawit hiyung punya dua ciri khas utama: tingkat kepedasan dengan kandungan capsaicin 2.333 – 2.682 part per million (PPM) atau setara 37.329 – 42.911 scoville heat unit (SHU), dan tidak mudah busuk dengan daya simpan 10 - 16 hari.

Walhasil, cabai rawit hiyung punya kepedasan 17 kali. “Kerja sama jangka panjang belum. Cabai kering saja, dari cabai segar kita keringkan. Sekali kirim 60 kilogram, jadi yang dikirim ke ABC sudah 120 kilogram,” ucap pria yang merangkap Ketua Asosiasi Petani Cabai Hiyung itu.

Menurut Junaidi, pertanian cabai hiyung masuk program pengendalian inflasi pangan sejak akhir tahun 2022. Petani di Desa Sungai Rutas Hulu, Kecamatan Candi Laras Selatan misalnya, menanam cabai hiyung pada November 2022 karena geografis lahannya lebih tinggi ketimbang Desa Hiyung. Alhasil, kata dia, petani di Desa Sungai Rutas Hulu sudah panen cabai pada Maret – April 2023 saat petani di Desa Hiyung mulai tanam cabai.

Lahan di Desa Hiyung memang tidak ditanami cabai pada November karena masih tergenang air rawa. “Untuk mencegah inflasi, 20 hektare di Desa Sungai Rutas Hulu yang tanam di bulan November 2022, sudah panen bulan tiga dan empat. Awal panen harga Rp 70 ribu per kilogram. Yang terakhir ini harga Rp 40 ribu kilogram,” kata Junaidi.

Lantaran penanaman cabai hiyung tergantung kondisi alam, ia mengusulkan pembuatan irigasi pertanian untuk mengatur debit genangan air rawa. Junaidi akan berdiskusi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tapin menyusun konsep irigasi di lahan Desa Hiyung.

Junaidi berharap infrastruktur irigasi mampu menjaga kontinyuitas pertanian cabai hiyung. “Kalau tanam bisa berlanjut. Musim penghujan kawa (bisa) tanam, musim kemarau kawa (bisa) tanam. Aliran air lebih bisa diatur agar pertanian cabai Hiyung berkelanjutan,” ucapnya.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Tapin, Nurhaili, menuturkan program pengendalian inflasi cabai hiyung berdampak positif membantu perekonomian petani cabai rawit hiyung. Namun, ia mengakui masih ada kendala serangan hama penyakit.

"Masih bisa diatasi oleh petani. Dan sampai saat ini masih ada yang panen dari bantuan inflasi tersebut, walaupun tidak banyak," kata Nurhaili. Setiap tahun, pihaknya menargetkan luas tanam 25 hektare untuk cabai hiyung.

Mengutip data Dinas Pertanian Tapin periode 2013 – 2022, ada kenaikan luas tanam, luas panen, angka produksi, dan produktivitas cabai rawit Hiyung. Pada 2013, luas tanam dan luas panen masing-masing 28 hektar, lalu melonjak ke angka 203 hektar pada 2022. Adapun produksi pada 2013 sebanyak 117,6 ton, lalu melompat ke angka 1.423 ton pada 2022. Untuk produktivitas pun melonjak, dari 42 kuintal per hektar pada 2013, menjadi 70,1 kuintal per hektar pada 2022. (Diananta Putra Sumedi)

Lebih baru Lebih lama

Iklan

نموذج الاتصال